Di zaman harga bensin nonsubsidi serba mahal seperti saat ini, memilih mobil dengan konsumsi BBM yang hemat adalah keputusan paling masuk akal. Namun, memilih mobil yang irit bukan berarti harus mengorbankan seni berkendara dengan mobil yang menyenangkan.
Salah satu pilihan masuk akal untuk mendapatkan mobil yang menyenangkan buat dikendarai sekaligus hemat BBM adalah New Honda Civic RS e:HEV. Sesuai namanya, sedan berukuran medium ini mengusung teknologi hibrida, menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik yang ditenagai baterai.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/b6daa1ab9e3c6d58c17414265c3e00de-20260629SETT.jpg)
Mesin bakar mobil ini menggunakan empat silinder berkapasitas 2,0 liter (1.993 cc) dengan teknologi DOHC dan i-VTEC. Saat tutup lubang pengisian bensin dibuka, terlihat stiker yang bertuliskan bahwa mobil ini harus diisi bensin beroktan minimum 91. Jadi sah sudah bahwa di Indonesia, Civic Hybrid ini harus diisi dengan BBM nonsubsidi, paling tidak beroktan 92, yang harganya sedang mahal itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/a2a44213c770b52ea16d0249f9e3e248-20260629SETY.jpg)
Civic Hybrid ini diluncurkan di Indonesia pada 8 Mei 2025 dan sepenuhnya menggantikan Honda Civic RS Turbo yang sudah meluncur sejak 2021. Meski demikian, Civic e:HEV ini masih menggunakan platform Civic generasi kesebelas. Alhasil, secara bentuk eksterior keseluruhan, tidak ada perbedaan antara Civic Hybrid dan Civic Turbo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/9983c1a77ceb9541dd3fe65020cfc97a-20260629SET19.jpg)
Mengacu pada brosur resmi mobil ini yang dikeluarkan PT Honda Prospect Motor (HPM), unsur desain baru yang hadir pada Civic Hybrid hanyalah di bagian bumper depan dan gril yang kini dilengkapi elemen bermotif sarang lebah warna hitam mengilat. Selain itu, handel pintu juga dilabur paduan warna krom dan hitam. Kombinasi lampu belakang juga mendapati sentuhan garis-garis lampu LED.
Demikian juga di bagian interiornya, nyaris tak ada perubahan dengan Honda Civic RS Turbo pendahulunya. Bedanya hanya pada aksen warna merah yang disematkan di sepanjang dasbor, ambient light, dan pada jahitan kursi, roda kemudi, dan pegangan pintu bagian dalam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/99707c1be6d01cb8a762ab982d218b5f-20260629SET1.jpg)
Di sektor hiburan, Civic RS Hybrid ini kini juga mendapatkan sistem audio besutan Bose dengan 12 pelantang suara tersebar di seluruh kabin. Suaranya cukup berkualitas, menghadirkan detail suara instrumen musik dengan baik, walau belum bisa dikatakan setara dengan sistem audio mobil-mobil premium.
Layar head unit-nya juga baru, berukuran 9 inci dengan konektivitas telepon pintar Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel sudah menjadi fitur standar. Selain itu, di layar ini juga telah dipasang (built-in) beberapa aplikasi keluaran Google, seperti Google Maps, Google Assistant, dan Google PlayStore. Sepanjang pengujian mobil ini pada akhir Juni 2026 lalu, konektivitas Apple CarPlay-nya berjalan mudah dan mulus tanpa terputus-putus.
Jika ada kekurangan pada interior Civic Hybrid ini adalah absennya atap kaca (sunroof) pada mobil seharga Rp 699 juta (on the road di Jakarta) ini. Padahal, fitur itu sudah lazim diterapkan pada mobil-mobil modern, bahkan di model-model Honda lainnya. Namun, ya sudahlah, di musim kemarau yang sangat panas ini, fitur itu mungkin tidak akan banyak dibutuhkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/a1c19e681abd2b937febbe6eeac6bbc0-20260629SET5.jpg)
Performa dan efisiensi
Akan tetapi, sejak pertama kali menerima unit tes Civic Hybrid berwarna biru donker metalik (Honda menyebutnya Canyon River Blue Metallic) ini, rasa penasaran terbesar adalah pada performa mobil ini di jalanan dan tentu saja efisiensi sistem hibridanya.
Betapa tidak, angka-angka di atas kertas cukup membuat kelenjar adrenalin tersentil. Disebutkan, total tenaga gabungan mesin bakar dan motor listrik pada mobil ini mencapai lebih dari 200 PS, tepatnya 203 PS. Sementara torsi maksimum mesin bakarnya mencapai 182 Nm, dan torsi puncak motor listriknya menyentuh angka 315 Nm! Performa yang lumayan ”nendang” untuk sedan keluarga kelas menengah.
Maka, perjalanan pun dimulai dengan menyentuh tombol Start/Stop di sebelah roda kemudi. Tak terdengar suara apa pun, karena ini mobil hibrida. Pada start awal, saat mobil bergerak meninggalkan tempat parkir di basement Menara Kompas di Jakarta Pusat, motor listriknya yang bekerja.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/cc588a0b289ec8875b650a4f75e31aaf-20260629SET2.jpg)
Mobil melaju ringan dan mulus. Respons kemudinya pun enteng saja. Perpaduan ini saja sudah memunculkan kesenangan berkendara khas Civic sejak awal. Apalagi ditambah dengan pengendalian yang presisi dan ergonomi kursi yang cukup nyaman dan firm dalam menopang punggung.
Saat gas diinjak lebih dalam untuk berakselerasi, baru mesin bakarnya menyala. Aktifnya mesin ini berlangsung dengan sangat halus, tidak terasa getaran mesin seperti normalnya mesin mobil yang baru dinyalakan. Sehingga tidak ada perasaan ”terganggu” saat mobil dalam progres menambah kecepatannya.
Respons sistem penggerak mobil terhadap injakan pedal gas juga terasa lebih instan. Nyaris tidak terasa jeda yang lazim dialami pada mobil bertransmisi CVT (continuously variable transmission). Penyaluran tenaga dari motor listrik dan penggunaan transmisi Electrical CVT (E-CVT) turut berperan pada respons tenaga instan yang menambah kegembiraan berkendara ini.
Sensasi berkendara semakin bebas untuk dieksplorasi dengan empat pilihan mode berkendara (Drive Mode), yakni Econ, Normal, Sport, dan Individual. Pada mode Individual, ada empat parameter yang bisa diatur sendiri, yakni tampilan panel instrumen, suara mesin, tingkat keringanan setir, dan respons tenaga sistem penggerak.
Dalam mode Sport, mobil memang lebih bergairah dalam meluncur di jalanan, terutama di jalan bebas hambatan. Namun, konsekuensinya, konsumsi BBM-nya juga akan lebih boros. Sementara di mode Econ, respons tenaga terasa agak berat. Akhirnya saya memilih mode Normal sebagai mode terbaik dan seimbang dalam memberikan kesenangan berkendara sekaligus efisiensi BBM-nya.
Bicara soal efisiensi, selama pengujian yang menggabungkan rute jalanan dalam kota di Jakarta dan sekitarnya dengan rute jalan tol, ditambah membiarkan mobil dalam kondisi aktif tetapi berhenti selama sekitar satu jam untuk menyimulasikan kondisi macet parah, didapatkan rentang nilai konsumsi BBM sebesar 21,4-22,4 km per liter berdasarkan layar MID (multi information display) mobil.
Sementara penghitungan konsumsi BBM berdasarkan metode full-to-full di SPBU menunjukkan sebanyak 12,720 liter bensin dibutuhkan untuk menempuh jarak 245 kilometer (km). Dengan kata lain, metode full-to-full ini menunjukkan konsumsi rata-rata BBM sebesar 19,26 km per liter.







Bagi Kompas, konsumsi BBM ini sudah cukup hemat untuk sebuah sedan medium bertenaga besar dan untuk pemakaian di dalam kota. Keiritan mobil ini sudah sepadan dengan kesenangan berkendara yang didapatkan.
Apalagi ditambah dengan berbagai kecanggihan mobil modern yang hadir di Civic Hybrid ini. Mulai dari fitur-fitur keselamatan aktif dan pasif dalam cakupan Honda Sensing, hingga fitur Honda Connect yang bisa mengaktifkan berbagai fungsi mobil dan memantau kondisi mobil melalui aplikasi yang dipasang di telepon pintar penggunanya.
New Honda Civic RS e:HEV membuktikan bahwa mencari penghematan sekaligus menyumbang pada kelestarian lingkungan tidak harus dilakukan dengan mengorbankan seni berkendara yang memuaskan. Inilah seni berhemat ala Civic!

Di zaman harga bensin nonsubsidi serba mahal seperti saat ini, memilih mobil dengan konsumsi BBM yang hemat adalah keputusan paling masuk akal. Namun, memilih mobil yang irit bukan berarti harus mengorbankan seni berkendara dengan mobil yang menyenangkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/02d880bf05ba0d57ec0a95340128fab7-20260629SETG.jpg)
Salah satu pilihan masuk akal untuk mendapatkan mobil yang menyenangkan buat dikendarai sekaligus hemat BBM adalah New Honda Civic RS e:HEV. Sesuai namanya, sedan berukuran medium ini mengusung teknologi hibrida, menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik yang ditenagai baterai.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/b6daa1ab9e3c6d58c17414265c3e00de-20260629SETT.jpg)
Mesin bakar mobil ini menggunakan empat silinder berkapasitas 2,0 liter (1.993 cc) dengan teknologi DOHC dan i-VTEC. Saat tutup lubang pengisian bensin dibuka, terlihat stiker yang bertuliskan bahwa mobil ini harus diisi bensin beroktan minimum 91. Jadi sah sudah bahwa di Indonesia, Civic Hybrid ini harus diisi dengan BBM nonsubsidi, paling tidak beroktan 92, yang harganya sedang mahal itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/a2a44213c770b52ea16d0249f9e3e248-20260629SETY.jpg)
Civic Hybrid ini diluncurkan di Indonesia pada 8 Mei 2025 dan sepenuhnya menggantikan Honda Civic RS Turbo yang sudah meluncur sejak 2021. Meski demikian, Civic e:HEV ini masih menggunakan platform Civic generasi kesebelas. Alhasil, secara bentuk eksterior keseluruhan, tidak ada perbedaan antara Civic Hybrid dan Civic Turbo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/9983c1a77ceb9541dd3fe65020cfc97a-20260629SET19.jpg)
Mengacu pada brosur resmi mobil ini yang dikeluarkan PT Honda Prospect Motor (HPM), unsur desain baru yang hadir pada Civic Hybrid hanyalah di bagian bumper depan dan gril yang kini dilengkapi elemen bermotif sarang lebah warna hitam mengilat. Selain itu, handel pintu juga dilabur paduan warna krom dan hitam. Kombinasi lampu belakang juga mendapati sentuhan garis-garis lampu LED.
Demikian juga di bagian interiornya, nyaris tak ada perubahan dengan Honda Civic RS Turbo pendahulunya. Bedanya hanya pada aksen warna merah yang disematkan di sepanjang dasbor, ambient light, dan pada jahitan kursi, roda kemudi, dan pegangan pintu bagian dalam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/99707c1be6d01cb8a762ab982d218b5f-20260629SET1.jpg)
Di sektor hiburan, Civic RS Hybrid ini kini juga mendapatkan sistem audio besutan Bose dengan 12 pelantang suara tersebar di seluruh kabin. Suaranya cukup berkualitas, menghadirkan detail suara instrumen musik dengan baik, walau belum bisa dikatakan setara dengan sistem audio mobil-mobil premium.
Baca JugaIrit dengan Honda HR-V Hibrida
Layar head unit-nya juga baru, berukuran 9 inci dengan konektivitas telepon pintar Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel sudah menjadi fitur standar. Selain itu, di layar ini juga telah dipasang (built-in) beberapa aplikasi keluaran Google, seperti Google Maps, Google Assistant, dan Google PlayStore. Sepanjang pengujian mobil ini pada akhir Juni 2026 lalu, konektivitas Apple CarPlay-nya berjalan mudah dan mulus tanpa terputus-putus.
Jika ada kekurangan pada interior Civic Hybrid ini adalah absennya atap kaca (sunroof) pada mobil seharga Rp 699 juta (on the road di Jakarta) ini. Padahal, fitur itu sudah lazim diterapkan pada mobil-mobil modern, bahkan di model-model Honda lainnya. Namun, ya sudahlah, di musim kemarau yang sangat panas ini, fitur itu mungkin tidak akan banyak dibutuhkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/a1c19e681abd2b937febbe6eeac6bbc0-20260629SET5.jpg)
Performa dan efisiensi
Akan tetapi, sejak pertama kali menerima unit tes Civic Hybrid berwarna biru donker metalik (Honda menyebutnya Canyon River Blue Metallic) ini, rasa penasaran terbesar adalah pada performa mobil ini di jalanan dan tentu saja efisiensi sistem hibridanya.
Betapa tidak, angka-angka di atas kertas cukup membuat kelenjar adrenalin tersentil. Disebutkan, total tenaga gabungan mesin bakar dan motor listrik pada mobil ini mencapai lebih dari 200 PS, tepatnya 203 PS. Sementara torsi maksimum mesin bakarnya mencapai 182 Nm, dan torsi puncak motor listriknya menyentuh angka 315 Nm! Performa yang lumayan ”nendang” untuk sedan keluarga kelas menengah.
Maka, perjalanan pun dimulai dengan menyentuh tombol Start/Stop di sebelah roda kemudi. Tak terdengar suara apa pun, karena ini mobil hibrida. Pada start awal, saat mobil bergerak meninggalkan tempat parkir di basement Menara Kompas di Jakarta Pusat, motor listriknya yang bekerja.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/30/cc588a0b289ec8875b650a4f75e31aaf-20260629SET2.jpg)
Mobil melaju ringan dan mulus. Respons kemudinya pun enteng saja. Perpaduan ini saja sudah memunculkan kesenangan berkendara khas Civic sejak awal. Apalagi ditambah dengan pengendalian yang presisi dan ergonomi kursi yang cukup nyaman dan firm dalam menopang punggung.
Saat gas diinjak lebih dalam untuk berakselerasi, baru mesin bakarnya menyala. Aktifnya mesin ini berlangsung dengan sangat halus, tidak terasa getaran mesin seperti normalnya mesin mobil yang baru dinyalakan. Sehingga tidak ada perasaan ”terganggu” saat mobil dalam progres menambah kecepatannya.
Respons sistem penggerak mobil terhadap injakan pedal gas juga terasa lebih instan. Nyaris tidak terasa jeda yang lazim dialami pada mobil bertransmisi CVT (continuously variable transmission). Penyaluran tenaga dari motor listrik dan penggunaan transmisi Electrical CVT (E-CVT) turut berperan pada respons tenaga instan yang menambah kegembiraan berkendara ini.
Sensasi berkendara semakin bebas untuk dieksplorasi dengan empat pilihan mode berkendara (Drive Mode), yakni Econ, Normal, Sport, dan Individual. Pada mode Individual, ada empat parameter yang bisa diatur sendiri, yakni tampilan panel instrumen, suara mesin, tingkat keringanan setir, dan respons tenaga sistem penggerak.
Dalam mode Sport, mobil memang lebih bergairah dalam meluncur di jalanan, terutama di jalan bebas hambatan. Namun, konsekuensinya, konsumsi BBM-nya juga akan lebih boros. Sementara di mode Econ, respons tenaga terasa agak berat. Akhirnya saya memilih mode Normal sebagai mode terbaik dan seimbang dalam memberikan kesenangan berkendara sekaligus efisiensi BBM-nya.
Baca JugaRona Menggoda Honda Civic RS
Bicara soal efisiensi, selama pengujian yang menggabungkan rute jalanan dalam kota di Jakarta dan sekitarnya dengan rute jalan tol, ditambah membiarkan mobil dalam kondisi aktif tetapi berhenti selama sekitar satu jam untuk menyimulasikan kondisi macet parah, didapatkan rentang nilai konsumsi BBM sebesar 21,4-22,4 km per liter berdasarkan layar MID (multi information display) mobil.
Sementara penghitungan konsumsi BBM berdasarkan metode full-to-full di SPBU menunjukkan sebanyak 12,720 liter bensin dibutuhkan untuk menempuh jarak 245 kilometer (km). Dengan kata lain, metode full-to-full ini menunjukkan konsumsi rata-rata BBM sebesar 19,26 km per liter.







Bagi Kompas, konsumsi BBM ini sudah cukup hemat untuk sebuah sedan medium bertenaga besar dan untuk pemakaian di dalam kota. Keiritan mobil ini sudah sepadan dengan kesenangan berkendara yang didapatkan.
Apalagi ditambah dengan berbagai kecanggihan mobil modern yang hadir di Civic Hybrid ini. Mulai dari fitur-fitur keselamatan aktif dan pasif dalam cakupan Honda Sensing, hingga fitur Honda Connect yang bisa mengaktifkan berbagai fungsi mobil dan memantau kondisi mobil melalui aplikasi yang dipasang di telepon pintar penggunanya.
New Honda Civic RS e:HEV membuktikan bahwa mencari penghematan sekaligus menyumbang pada kelestarian lingkungan tidak harus dilakukan dengan mengorbankan seni berkendara yang memuaskan. Inilah seni berhemat ala Civic!
