PADANG, KOMPAS – Kemenangan Spanyol saat mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di final Piala Dunia disambut euforia oleh para pendukung di Kota Padang, Sumatera Barat. Dari segi permainan, Spanyol dinilai pantas mengangkat trofi kedua mereka.
Suasana bergemuruh saat wasit meniup peluit akhir kegiatan nonton bareng di Kantor Gubernur Sumbar. Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Para pendukung bersorak-sorai, bangkit dari duduk, kemudian melompat-lompat merayakan kemenangan itu.
“Senang sekali Spanyol menang. Apalagi Argentina yang sebelumnya mainnya bagus karena dibantu wasit, hari ini, tidak berkutik melawan Spanyol,” kata M Habib Alfarhan (17), pendukung Spanyol, Senin (20/7/2026).
Habib pun puas dengan hasil tersebut. Apalagi, ia dan adiknya rela begadang untuk menonton, meskipun pagi harinya mesti berangkat sekolah. “Spanyol pantas juara,” ujarnya.
Final Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol dan Argentina menarik antusiasme warga meskipun berlangsung pada dini hari hingga subuh. Ribuan orang memadati lokasi nobar yang diadakan TVRI Sumbar bekerja sama dengan Pemprov Sumbar.
Para penonton itu didominasi oleh muda-mudi. Lapangan rumput depan Kantor Gubernur Sumbar pun penuh. Sebagian penonton—yang tidak dapat tempat—terpaksa berdiri di pinggir lapangan untuk dapat menyaksikan siaran langsung pertandingan di videotron kantor gubernur.
Pendukung kedua tim antusias sejak awal. Saat siaran menyorot Lionel Messi di lorong stadion, para pendukung Argentina bersorak dan bertepuk tangan. Hal serupa juga dilakukan pendukung Spanyol ketiga tayangan menampilkan Lamine Yamal.

Setiap aksi dalam pertandingan juga memicu reaksi. Namun, kemudian, suara penggemar Spanyol mulai dominan saat Argentina kesulitan mengembangkan permainan. Tim asuhan Lionel Scaloni tertekan itu hampir sepanjang laga, apalagi Enzo Fernandez mendapat kartu merah di pengunjung waktu normal.
Saat Ferran Torres menceploskan bola ke gawang pada babak tambahan waktu, sebagian besar penonton kegirangan merayakan gol yang ditunggu-tunggu. Sayangnya, wasit tidak mengesahkan gol itu karena dinilai ada pelanggaran sebelumnya. Penonton kecewa karena tidak pengecekan asisten wasit video (VAR).
Perayaan penonton kembali meledak saat Torres benar-benar mencetak gol pada menit 106. Pendukung Spanyol melompat-lompat dengan kedua tangan di atas merayakan gol tersebut. Ada pula yang mengangkat trofi dalam selebrasinya.

Sempat tegang
Menjelang akhir laga, suasa nobar agak tegang karena Argentina yang tertekan mulai keluar menyerang. Sejumlah peluang nyaris menjadi gol. Para pendukung Argentina mulai kembali bersuara. Namun, akhirnya, Spanyol yang jadi juara.
“Aku senang sekali Spanyol juara, apalagi yang mencetak gol idola aku, Ferran Torres,” kata Naya Safira (22) pendukung Spanyol yang datang ke nobar bersama teman-temannya.
Rafi Azli (21), pendukung lainnya, sangat senang Spanyol akhir kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah 16 tahun. Ia dan kawan-kawan berselebrasi dengan mengangkat trofi.

“Saya sangat senang, meskipun seharusnya Spanyol bisa menang lebih awal, apalagi Argentina main dengan sepuluh orang,” katanya.
El Hafiz Fatrianda (27), pendukung Argentina, mengakui, jika dilihat dari jalannya pertandingan, Spanyol memang pantas menjadi juara. Ia pun mengaku tidak terlalu kecewa Argentina, selain karena sudah juara edisi lalu, juga karena ia pendukung Barcelona.
“Sebagian besar tim Spanyol isinya pemain Barcelona. Jadi, tidak terlalu kecewa,” kata Hafiz yang mendukung Argentina karena dioerkuat Lionel Messi, legenda Barcelona.
PADANG, KOMPAS – Kemenangan Spanyol saat mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di final Piala Dunia disambut euforia oleh para pendukung di Kota Padang, Sumatera Barat. Dari segi permainan, Spanyol dinilai pantas mengangkat trofi kedua mereka.
Suasana bergemuruh saat wasit meniup peluit akhir kegiatan nonton bareng di Kantor Gubernur Sumbar. Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Para pendukung bersorak-sorai, bangkit dari duduk, kemudian melompat-lompat merayakan kemenangan itu.
“Senang sekali Spanyol menang. Apalagi Argentina yang sebelumnya mainnya bagus karena dibantu wasit, hari ini, tidak berkutik melawan Spanyol,” kata M Habib Alfarhan (17), pendukung Spanyol, Senin (20/7/2026).
Baca JugaFans Argentina-Spanyol di Jayapura Bersiap untuk Final Piala Dunia 2026
Habib pun puas dengan hasil tersebut. Apalagi, ia dan adiknya rela begadang untuk menonton, meskipun pagi harinya mesti berangkat sekolah. “Spanyol pantas juara,” ujarnya.

Final Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol dan Argentina menarik antusiasme warga meskipun berlangsung pada dini hari hingga subuh. Ribuan orang memadati lokasi nobar yang diadakan TVRI Sumbar bekerja sama dengan Pemprov Sumbar.
Para penonton itu didominasi oleh muda-mudi. Lapangan rumput depan Kantor Gubernur Sumbar pun penuh. Sebagian penonton—yang tidak dapat tempat—terpaksa berdiri di pinggir lapangan untuk dapat menyaksikan siaran langsung pertandingan di videotron kantor gubernur.
Pendukung kedua tim antusias sejak awal. Saat siaran menyorot Lionel Messi di lorong stadion, para pendukung Argentina bersorak dan bertepuk tangan. Hal serupa juga dilakukan pendukung Spanyol ketiga tayangan menampilkan Lamine Yamal.

Setiap aksi dalam pertandingan juga memicu reaksi. Namun, kemudian, suara penggemar Spanyol mulai dominan saat Argentina kesulitan mengembangkan permainan. Tim asuhan Lionel Scaloni tertekan itu hampir sepanjang laga, apalagi Enzo Fernandez mendapat kartu merah di pengunjung waktu normal.
Saat Ferran Torres menceploskan bola ke gawang pada babak tambahan waktu, sebagian besar penonton kegirangan merayakan gol yang ditunggu-tunggu. Sayangnya, wasit tidak mengesahkan gol itu karena dinilai ada pelanggaran sebelumnya. Penonton kecewa karena tidak pengecekan asisten wasit video (VAR).
Baca JugaHarga Tiket Final Cetak Rekor Pertandingan Olahraga Termahal Sepanjang Sejarah
Perayaan penonton kembali meledak saat Torres benar-benar mencetak gol pada menit 106. Pendukung Spanyol melompat-lompat dengan kedua tangan di atas merayakan gol tersebut. Ada pula yang mengangkat trofi dalam selebrasinya.

Sempat tegang
Menjelang akhir laga, suasa nobar agak tegang karena Argentina yang tertekan mulai keluar menyerang. Sejumlah peluang nyaris menjadi gol. Para pendukung Argentina mulai kembali bersuara. Namun, akhirnya, Spanyol yang jadi juara.
“Aku senang sekali Spanyol juara, apalagi yang mencetak gol idola aku, Ferran Torres,” kata Naya Safira (22) pendukung Spanyol yang datang ke nobar bersama teman-temannya.
Baca JugaBahkan Tempat Terpencil di Dunia Pun Ikut Merayakan Piala Dunia
Rafi Azli (21), pendukung lainnya, sangat senang Spanyol akhir kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah 16 tahun. Ia dan kawan-kawan berselebrasi dengan mengangkat trofi.

“Saya sangat senang, meskipun seharusnya Spanyol bisa menang lebih awal, apalagi Argentina main dengan sepuluh orang,” katanya.
El Hafiz Fatrianda (27), pendukung Argentina, mengakui, jika dilihat dari jalannya pertandingan, Spanyol memang pantas menjadi juara. Ia pun mengaku tidak terlalu kecewa Argentina, selain karena sudah juara edisi lalu, juga karena ia pendukung Barcelona.
“Sebagian besar tim Spanyol isinya pemain Barcelona. Jadi, tidak terlalu kecewa,” kata Hafiz yang mendukung Argentina karena dioerkuat Lionel Messi, legenda Barcelona.