TEXAS, RABU – Mencetak gol dalam performa yang prima adalah hal biasa bagi seorang penyerang. Namun, Erling Haaland bisa melakukannya saat tampil di bawah standar.
Penyerang Norwegia itu tenggelam sepanjang laga melawan Pantai Gading. Walakin, dia tiba-tiba mencetak gol penentu kemenangan Norwegia, 2-1, jelang akhir laga.
Meladeni Pantai Gading pada laga 32 besar di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, memilih pendekatan lebih konservatif.
Norwegia tidak membuang tenaga untuk terus menekan, tetapi lebih mengandalkan garis pertahanan menengah (medium block) untuk menangkal eksplosivitas serangan Pantai Gading.
Mereka membiarkan Pantai Gading menguasai bola untuk kemudian merebutnya di waktu yang tepat. Pilihan taktik ini salah satunya bertujuan menjaga stamina sekaligus menciptakan peluang lewat transisi.
Di sisi lain, cara bermain seperti ini membuat peran Haaland menjadi tidak seberapa mengemuka. Haaland terkesan terisolasi lantaran tidak begitu banyak mendapat suplai bola.
Sepanjang laga, Haaland tercatat hanya melakukan 27 sentuhan atau peringkat ke-20 dari seluruh pemain. Dia seolah tenggelam tanpa peran penting sepanjang pertandingan.
Jumlah sentuhannya di kotak penalti Pantai Gading pun hanya lima kali. Meski begitu, Haaland tetap sukses mencetak gol penentu kemenangan Norwegia empat menit jelang waktu normal usai.
Hal itu sangat berkebalikan dengan penyerang sayap Pantai Gading Nicolas Pepe, misalnya, yang mencatatkan jumlah sentuhan bola terbanyak di area kotak penalti lawan dengan 13 sentuhan tetapi gagal mencetak gol.
Efektif dalam bermain juga menjadi salah satu tolok ukur seorang penyerang hebat. Haaland memperlihatkannya di laga ini.
Dia tidak perlu banyak-banyak menguasai bola untuk mencetak gol. Apa yang dia butuhkan hanya konsisten berlari, mencari ruang, dan muncul di saat yang tepat. Justru dari pergerakan efektif seperti itulah seorang pesepak bola disebut penyerang berdarah dingin.

“Saya pikir dia pencetak gol terhebat di dunia. Anda tahu, hari ini dia tidak terlalu banyak terlibat. Hanya satu peluang besar di babak pertama tapi dia tetap mencetak gol kemenangan. Statistiknya luar biasa untuk tim nasional,” kata Solbakken usai laga.
Haaland tidak menjadi target operan pertama ketika momen transisi. Solbakken menginstruksikan pemainnya untuk memulai alur serangan dari sisi sayap. Strategi itu berbuah manis dengan gol pembuka Norwegia yang dilesakkan wonderkid Antonio Nusa pada menit ke-39.
Pemain klub RB Leipzig itu melepaskan tembakan melengkung yang gagal diantisipasi kiper Yahia Fofana. Meski dihadang dua bek Pantai Gading, Nusa bisa tetap tenang melepaskan tendangan terukur ke pojok kiri atas gawang yang sulit dijangkau kiper.
Gol itu sekaligus menjadikan Nusa (21 tahun 74 hari) sebagai pencetak gol termuda Norwegia dalam turnamen besar. Dia memecahkan rekor Steffen Iversen yang mencetak gol pada usia 23 tahun dan 216 hari melawan Spanyol di Piala Eropa 2000.
Meski tertinggal, Pantai Gading tidak kehilangan kontrol. Sebaliknya mereka justru makin agresif menekan dan mendominasi laga untuk mengejar ketertinggalan. Usaha tidak mengkhianati hasil, upaya Pantai Gading membuahkan hasil di babak kedua.

Amad Diallo yang melakukan umpan kombinasi pendek dengan Pepe sukses mencetak gol dari jarak dekat. Kerja sama kedua pemain itu gagal dihentikan bek-bek Norwegia.
Namun, gol penyeimbang itu menjadi sia-sia lantaran Haaland yang tenggelam sepanjang laga tiba-tiba muncul untuk menjadi penentu kemenangan Norwegia.
“Tersingkir meninggalkan rasa yang sangat pahit. Beberapa detail kecil menghentikan momentum kami sedangkan mereka berhasil memanfaatkan peluang,” kata kapten Pantai Gading, Franck Kessie.
Kemenangan pertama
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi negara Skandinavia itu pada fase gugur Piala Dunia. Norwegia sejauh ini baru empat kali tampil di Piala Dunia. Pencapaian terbaiknya adalah fase gugur tetapi selalu gagal lolos ke babak selanjutnya.
“Ini adalah pertama kalinya Norwegia memenangkan pertandingan babak gugur dan cara kami melakukannya melawan tim yang kuat sungguh luar biasa. Ini adalah penampilan bersejarah,” kata Solbakken.
Tren itu terpatahkan pada generasi baru yang dipimpin Martin Odegaard dan Haaland. Pada laga selanjutnya, Norwegia akan bertemu Brasil di Stadion MetLife, New Jersey, AS.
Di antara 88 tim yang pernah dihadapi Brasil, Norwegia menjadi satu-satunya negara yang belum pernah mereka kalahkan.
Solbakken belum bersedia berkomentar mengenai kans timnya menghadapi Brasil. Dia lebih memilih untuk terlebih dulu menikmati kemenangan atas Pantai Gading. (AFP)
TEXAS, RABU – Mencetak gol dalam performa yang prima adalah hal biasa bagi seorang penyerang. Namun, Erling Haaland bisa melakukannya saat tampil di bawah standar.
Penyerang Norwegia itu tenggelam sepanjang laga melawan Pantai Gading. Walakin, dia tiba-tiba mencetak gol penentu kemenangan Norwegia, 2-1, jelang akhir laga.
Meladeni Pantai Gading pada laga 32 besar di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, memilih pendekatan lebih konservatif.

Norwegia tidak membuang tenaga untuk terus menekan, tetapi lebih mengandalkan garis pertahanan menengah (medium block) untuk menangkal eksplosivitas serangan Pantai Gading.
Mereka membiarkan Pantai Gading menguasai bola untuk kemudian merebutnya di waktu yang tepat. Pilihan taktik ini salah satunya bertujuan menjaga stamina sekaligus menciptakan peluang lewat transisi.
Baca JugaPantai Gading Vs Norwegia: Hasil Strategi Perang Solbakken
Di sisi lain, cara bermain seperti ini membuat peran Haaland menjadi tidak seberapa mengemuka. Haaland terkesan terisolasi lantaran tidak begitu banyak mendapat suplai bola.
Sepanjang laga, Haaland tercatat hanya melakukan 27 sentuhan atau peringkat ke-20 dari seluruh pemain. Dia seolah tenggelam tanpa peran penting sepanjang pertandingan.
Jumlah sentuhannya di kotak penalti Pantai Gading pun hanya lima kali. Meski begitu, Haaland tetap sukses mencetak gol penentu kemenangan Norwegia empat menit jelang waktu normal usai.
Baca JugaHaaland, Pemburu Gol dalam Senyap
Hal itu sangat berkebalikan dengan penyerang sayap Pantai Gading Nicolas Pepe, misalnya, yang mencatatkan jumlah sentuhan bola terbanyak di area kotak penalti lawan dengan 13 sentuhan tetapi gagal mencetak gol.
Efektif dalam bermain juga menjadi salah satu tolok ukur seorang penyerang hebat. Haaland memperlihatkannya di laga ini.
Dia tidak perlu banyak-banyak menguasai bola untuk mencetak gol. Apa yang dia butuhkan hanya konsisten berlari, mencari ruang, dan muncul di saat yang tepat. Justru dari pergerakan efektif seperti itulah seorang pesepak bola disebut penyerang berdarah dingin.

“Saya pikir dia pencetak gol terhebat di dunia. Anda tahu, hari ini dia tidak terlalu banyak terlibat. Hanya satu peluang besar di babak pertama tapi dia tetap mencetak gol kemenangan. Statistiknya luar biasa untuk tim nasional,” kata Solbakken usai laga.
Haaland tidak menjadi target operan pertama ketika momen transisi. Solbakken menginstruksikan pemainnya untuk memulai alur serangan dari sisi sayap. Strategi itu berbuah manis dengan gol pembuka Norwegia yang dilesakkan wonderkid Antonio Nusa pada menit ke-39.
Pemain klub RB Leipzig itu melepaskan tembakan melengkung yang gagal diantisipasi kiper Yahia Fofana. Meski dihadang dua bek Pantai Gading, Nusa bisa tetap tenang melepaskan tendangan terukur ke pojok kiri atas gawang yang sulit dijangkau kiper.
Baca JugaDag-Dig-Dug Adu Penalti di Babak Gugur, Hoki atau Keterampilan?
Gol itu sekaligus menjadikan Nusa (21 tahun 74 hari) sebagai pencetak gol termuda Norwegia dalam turnamen besar. Dia memecahkan rekor Steffen Iversen yang mencetak gol pada usia 23 tahun dan 216 hari melawan Spanyol di Piala Eropa 2000.
Meski tertinggal, Pantai Gading tidak kehilangan kontrol. Sebaliknya mereka justru makin agresif menekan dan mendominasi laga untuk mengejar ketertinggalan. Usaha tidak mengkhianati hasil, upaya Pantai Gading membuahkan hasil di babak kedua.

Amad Diallo yang melakukan umpan kombinasi pendek dengan Pepe sukses mencetak gol dari jarak dekat. Kerja sama kedua pemain itu gagal dihentikan bek-bek Norwegia.
Namun, gol penyeimbang itu menjadi sia-sia lantaran Haaland yang tenggelam sepanjang laga tiba-tiba muncul untuk menjadi penentu kemenangan Norwegia.
“Tersingkir meninggalkan rasa yang sangat pahit. Beberapa detail kecil menghentikan momentum kami sedangkan mereka berhasil memanfaatkan peluang,” kata kapten Pantai Gading, Franck Kessie.
Kemenangan pertama
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi negara Skandinavia itu pada fase gugur Piala Dunia. Norwegia sejauh ini baru empat kali tampil di Piala Dunia. Pencapaian terbaiknya adalah fase gugur tetapi selalu gagal lolos ke babak selanjutnya.
“Ini adalah pertama kalinya Norwegia memenangkan pertandingan babak gugur dan cara kami melakukannya melawan tim yang kuat sungguh luar biasa. Ini adalah penampilan bersejarah,” kata Solbakken.
Baca JugaPerancis Waspadai Semangat ”Underdog” Swedia
Tren itu terpatahkan pada generasi baru yang dipimpin Martin Odegaard dan Haaland. Pada laga selanjutnya, Norwegia akan bertemu Brasil di Stadion MetLife, New Jersey, AS.
Di antara 88 tim yang pernah dihadapi Brasil, Norwegia menjadi satu-satunya negara yang belum pernah mereka kalahkan.
Solbakken belum bersedia berkomentar mengenai kans timnya menghadapi Brasil. Dia lebih memilih untuk terlebih dulu menikmati kemenangan atas Pantai Gading. (AFP)